SAHABAT BARU

SAHABAT BARU

by : Sekolah minggu

Bag. 1

Anak-anak berhamburan keluar kelas ketika bel istirahat kedua berbunyi. Lalu, masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri, ada yang langsung bermain di halaman sekolah yang kebanyakan adalah anak laki-laki, yang lainnya duduk-duduk di teras kelas masing-masing, dan yang kelaparan langsung lari menuju kantin.

“Halo, teman-teman! Aku punya berita seru, tapi….di mana Ria?” tanya Nanang sembari duduk di antara Harry dan Christian. Harry, Christian, Tony dan Steven sedang duduk di bawah pohon yang berada di depan ruang perpustakaan, tidak jauh dari kelas mereka.

“Tuh, di sana!” sahut Harry, tangannya menujuk ke kelas VC. Ria tampak sedang mengobrol bersama teman-teman perempuannya.

Nanang mengangguk sambil membuka bekal makanannya. Mama membuatkannya roti bakar isi selai strawberry dan coklat. Ia sengaja membawakan lebih karena ia tahu anaknya memiliki banyak teman.

“Tapi sebelum aku cerita… ada yang mau? Roti bakar isi strawberry dan coklat!”

“Mau!” sahut Christian cepat dengan mata berbinar-binar. Roti bakar adalah salah satu makanan favoritnya, lagipula dia sudah merasa lapar.

“Mama dan Papa tidak memberiku uang jajan selama 2 minggu gara-gara ceroboh memecahkan kaca jendela. Untung Mama membuatkan aku bekal,” lanjut Nanang sambil memberikan sepotong  roti bakar kepada Christian.

“Kok sama, ya? Aku juga. Tapi, hari ini Mama tidak sempat membuatkan bekal,” kata Christian.

Rupanya hal yang sama juga dialami Steven, Tony, dan Harry. Mereka tidak mendapatkan uang jajan selama dua minggu.

“Papa kita kok kompak sekali, ya? Hukuman kita bisa sama semuanya,” kata Steven terheran-heran.

“Karena itulah aku mau cerita,” sahut Nanang sembari menggigit potongan besar roti bakarnya.

Nanang lalu bercerita mengenai kunjungannya ke rumah Bapak Wardoyo bersama mama dan papanya. Dari cerita Nanang, barulah terungkap kalau papa Nanang menelepon papa Ria, Steven, Tony, Harry, dan  Christian. Dan mereka sepakat akan mengganti kaca rumah Bapak Wardoyo, sekaligus sepakat untuk menghukum anak-anak mereka dengan membeli kaca itu dari uang jajan anak-anak itu selama 2 minggu. Papa Nananglah yang diutus menemui Bapak Wardoyo.

Anak-anak mengangguk-angguk mendengar cerita Nanang. Kini mereka mengerti mengapa semua sama-sama tidak mendapat uang jajan.

“Anak Bapak Wardoyo namanya Shinta. Dia cacat sejak lahir.”

“Oh, tidak heran jalannya terpincang-pincang,” timpal Steven.

“Iya, dan besok dia akan masuk sekolah kita. Bapak Wardoyo baru 1 minggu tinggal di sini.”

“Satu minggu …. dan kaca rumahnya sudah pecah gara-gara kita,” kata Tony sambil meringis, mengingat perbuatan mereka.

“Dan Bapak Wardoyo minta kita semua untuk menjadi sahabat Shinta,” lanjut Nanang.

Mendengar kata-kata Nanang yang terakhir mendadak mereka terdiam.

“Tapi, dia ‘kan anak baru! Siapa tahu dia menyebalkan! Aku tidak mau, ah!” kata Tony.

“Ya, lagipula kita kan sudah lama bersahabat. Aneh kalau misalnya ada orang lain,” kaat Steven mencoba memberikan pendapat.

“Kakinya aneh, dia pincang, nanti malahan menyusahkan kita kalau sedang bermain,” sahut Tony lagi.

Nanang berusaha membujuk teman-temannya, tetapi tetap saja ada yang mau menjadi sahabat Shinta dan ada yang tidak mau. Akibatnya, suasana menjadi tidak enak. Mereka punya pendapat yang berbeda.

Nanang menghabiskan bekalnya sambil berdiam diri. Dia sedikit kesal karena di antara teman-temannya ada yang menolak sahabat baru. Masakan tidak mau bersahabat dengan orang lain?

STOP!                                                                                                                                                                   

Menurut kamu, apakah yang seharusnya mereka lakukan?

a. mengajak Shinta menjadi sahabat. Mengapa?

b. Membiarkan Shinta sendiri. Mengapa?

Keesokan harinya sekolah gempar, terutama kelas VB. Ada anak baru bernama

Shinta yang masuk ke kelas mereka yang langsung menjadi pusat perhatian anak-anak lain.

Hari itu Shinta diperkenalkan kepada semua kelas. Ibu Guru menempatkan Shinta untuk duduk bersama dengan Ria. Apakah itu kebetulan? Tidak ada yang tahu.

 

Bersambung….

Artikel bersumber dari : Majalah Anak

Posted in Cerita Alkitab, Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,254 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.