Blog Archives

Hamba Yang Menderita

By Sekolah Minggu Yesaya 53:1-12 Allah menyampaikan berita keselamatan dengan teliti. Justru berita itu diberikan kepada bangsa yang bebal yang tidak mau mendengarkan kata-kata Allah. Di dalam kitab Yesaya dengan teliti ditulis tentang kelahiran, pekerjaan, dan bahkan bagaimana keselamatan itu dikerjakan. Allah mengatakan bahwa Ia sendiri yang akan mengerjakan keselamatan

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Keselamatan Dari Allah

By Sekolah Minggu Yesaya 35:1-10 Tanda-tanda kelahiran Tuhan Yesus sudah ditulis Yesaya dulu sekali. Selain itu Yesaya juga menuliskan tanda-tanda apa saja yang akan dilakukan oleh sang Mesias, Juruselamat yang akan datang itu. Mukjizat-mukjizat yang kemudian dilakukan oleh Tuhan Yesus tidak sembarangan dilakukan. Yesus bukan sekedar mempertunjukkan kuasa, tetapi Ia

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Nubuat Mesias

By Sekolah Minggu Yesaya 7:14 dan 8:23-9:1,5-6 Menurut catatan sejarah bangsa Israel, Yesaya hidup pada zaman Raja Uzia memerintah, yaitu 700-750 tahun sebelum Tuhan Yesus lahir. Dicatat juga bahwa Yesaya sudah menubuatkan tentang kelahiran Tuhan Yesus, Mesias dan Juruselamat yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel. Catatan Yesaya diteguhkan oleh catatan-catatan para

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Panggilan Yesaya (2)

By Sekolah Minggu Yesaya 6:8-13 Allah yang duduk di takhta yang mahatinggi memanggil Yesaya untuk menjadi hamba-Nya. Apa jawaban Yesaya? Jawabannya dicatat di ayat 8, “Ini aku, utuslah aku.” Bagi Yesaya panggilan dari Allah itu sungguh penting. Allah yang mahamulia menganggapnya layak dipanggil. Maka, Yesaya bersedia dipakai oleh Allah sepenuhnya.

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Panggilan Yesaya

By Sekolah Minggu Yesaya 6:1-7 Umat Allah sudah begitu jahat. Karena itu Allah memanggil Yesaya untuk menjadi hamba-Nya. Yesaya akan menjadi penyambung lidah bagi Allah yang menyampaikan segala peringatan dan teguran Allah kepada umat-Nya. Yesaya dipanggil secara khusus. Saat itu Yesaya melihat Allah duduk di takhta Bait Allah yang tinggi

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Bertobatlah

By Sekolah Minggu Yesaya 1:16-20 Melihat kejahatan umat-Nya, Allah menegur mereka dengan keras melalui nabi-Nya. Allah berbuat begitu karena Ia mengasihi umat-Nya. Barangsiapa dikasihi Allah, ia akan ditegur dengan keras dan tegas bila ia bersalah. Ketika kita beribadah atau dalam kebaktian, Allah memperhatikan sikap hati kita kepada-Nya. Allah juga memperhatikan

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Peringatan Kepada Israel

By Sekolah Minggu Yesaya 1:11-15 Sekarang kita sampai pada kitab nabi-nabi. Yang pertama kita baca adalah kitab Nabi Yesaya. Kata Yesaya berarti ” Allah adalah keselamatan.” Nabi Yesaya hidup di zaman sebelum bangsa Yehuda dibuang ke Babel. Yesaya meliahat bagaimana berdosanya umat Allah terhadap Allah, sehingga Allah mengutusnya untuk menyampaikan

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Ingatlah Penciptamu

By Sekolah Minggu Pengkhotbah 12:1-8 Di akhir tulisannya penulis kitab Pengkhotbah memberikan satu nasehat yang sangat penting: “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu….” Kata “ingat” bukan berarti untuk diingat sebentar lalu dilupakan. Tetapi, maksudnya adalah menyimpannya dalam pikiran kita. Segala jerih payah dan semua yang kita kerjakan haruslah selalu dicocokkan

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Segala Sesuatu Ada Waktunya

By Sekolah Minggu Pengkhotbah 3:1-14 Kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa segala sesuatu di dalam dunia yang sementara ini ada waktunya. Maksudnya, keadaan kita tidak mungkin sama terus menerus. Ada kalanya kita mengalami saat senang, dan ada kalanya susah. Ini bukan berarti Allah tidak berkuasa atau sengaja membuat kita susah. Kesusahan dipakai

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,

Perkataan-perkataan Hikmat

By Sekolah Minggu Amsal 30:7-9 Dahulu jika anak-anak ditanya, “Apa cita-citamu?,” mereka akan menjawab, “Jadi dokter, jadi polisi, jadi guru, atau jadi presiden.” Tetapi anak-anak sekarang jika ditanya seperti itu, banyak yang menjawab ingin menjadi orang kaya tanpa tahu mengapa harus jadi kaya. Kebanyakan kita berpikir menjadi kaya itu enak

Read More…

Posted in Renungan, Saat Teduh
Tags: ,
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.